Monday, March 06, 2006

Puisi




Mulanya tanpa nama
mengalir dalam darahku
gagap ketika mencoba mengalirkannya
bergejolak ketika menjadi api dalam diri

dari cinta, sampai alamat kematian
semua mengalir sering tanpa kira
membekukan, menggirangkan, kadang memualkan

puisi, untuk siapa?


Kebon Jeruk 6 Maret 2006

1 Comments:

Blogger iteung said...

hehehehe..tu buku yang d sebelah bikin ngiler euy :D d kantor ya?

9:19 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home