Thursday, March 08, 2007

Di Kota Kembang

Menyusuri kembali trotoar Kota Kembang
Angin dingin berkesiur meningkahi langkah
Sesekali mencuri tatapan pada mata indah
Mencari tempat aman persembunyian
: Jangan tatap mataku seperti itu, katamu

(Ah, jika saja ia tahu
betapa mata itu yang ingin kutatap
setiap kali bertemu dengannya)

Melewati kembali sudut-sudut Kota Kembang
Langit merah turun menerpa kaca-kaca jendela
Menghirup harum yang meruap dari rambutmu
Jadi kenangan yang tak lindap begitu saja
: Ah, tak mau kehilanganmu, gumamku pelan sekali

Maret 2007

4 Comments:

Anonymous Anonymous said...

aku juga tak mau kehilanganmu Nigar.. hahahahaha....


ikan bakar senayan.. ikan bakar senayan.. janji-janji surga...

7:26 AM  
Blogger Nigar Pandrianto said...

eleuuuh inget wae ka ikan bakar senayan

8:21 AM  
Anonymous Anonymous said...

bafas kerinduan begitu kental terasa...ahh rindu selalu begitu yah. Gimana? masih feelin blue?

Yoen

9:53 AM  
Anonymous Anonymous said...

siapa sih sebenernya s itu nigar?

senja

6:02 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home