Di Kota Kembang
Menyusuri kembali trotoar Kota Kembang
Angin dingin berkesiur meningkahi langkah
Sesekali mencuri tatapan pada mata indah
Mencari tempat aman persembunyian
: Jangan tatap mataku seperti itu, katamu
(Ah, jika saja ia tahu
betapa mata itu yang ingin kutatap
setiap kali bertemu dengannya)
Melewati kembali sudut-sudut Kota Kembang
Langit merah turun menerpa kaca-kaca jendela
Menghirup harum yang meruap dari rambutmu
Jadi kenangan yang tak lindap begitu saja
: Ah, tak mau kehilanganmu, gumamku pelan sekali
Maret 2007
Angin dingin berkesiur meningkahi langkah
Sesekali mencuri tatapan pada mata indah
Mencari tempat aman persembunyian
: Jangan tatap mataku seperti itu, katamu
(Ah, jika saja ia tahu
betapa mata itu yang ingin kutatap
setiap kali bertemu dengannya)
Melewati kembali sudut-sudut Kota Kembang
Langit merah turun menerpa kaca-kaca jendela
Menghirup harum yang meruap dari rambutmu
Jadi kenangan yang tak lindap begitu saja
: Ah, tak mau kehilanganmu, gumamku pelan sekali
Maret 2007

4 Comments:
aku juga tak mau kehilanganmu Nigar.. hahahahaha....
ikan bakar senayan.. ikan bakar senayan.. janji-janji surga...
eleuuuh inget wae ka ikan bakar senayan
bafas kerinduan begitu kental terasa...ahh rindu selalu begitu yah. Gimana? masih feelin blue?
Yoen
siapa sih sebenernya s itu nigar?
senja
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home