Catatan Subuh

Seribu kecewa telah kukirimkan
Langsung ke muka kamarmu
Kutinggalkan begitu saja
Tanpa ketukan di jendela, tanpa sapaan memanggil
Seribu kecewa telah kubacakan
Keras-keras di telingamu
Hingga kau menjerit tak tahan
Dan air mata bejatuhan di ujung pagi
Seribu kecewa telah kusampirkan di balik pintumu
Seperti tikaman-tikaman tanpa henti
Di punggung dan hatimu
Tinggal luka, memar dan nyeri
Maafkan,
Barangkali aku tak berarti lagi bagimu
2 Juli 2007
Langsung ke muka kamarmu
Kutinggalkan begitu saja
Tanpa ketukan di jendela, tanpa sapaan memanggil
Seribu kecewa telah kubacakan
Keras-keras di telingamu
Hingga kau menjerit tak tahan
Dan air mata bejatuhan di ujung pagi
Seribu kecewa telah kusampirkan di balik pintumu
Seperti tikaman-tikaman tanpa henti
Di punggung dan hatimu
Tinggal luka, memar dan nyeri
Maafkan,
Barangkali aku tak berarti lagi bagimu
2 Juli 2007

1 Comments:
dan pedihpun mulai mengiris hati..
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home