Sunday, April 28, 2013

Udara dan Mesiu

subuh yang beku
hening menghimpit
saya mencatatkan sebuah impian
lewat guntingan poster dari jalanan tanpa nama
dan menitipkan pada kereta api dan gerbong-gerbong yang dingin
masinis menghirup kopi, uapnya sudah lenyap sejak minggu lalu
saya sangsi apakah catatan impian itu akan tiba tepat waktu
sebab udara kian berbau mesiu, tanda harapan sudah tak ada


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home