Thursday, January 27, 2005

Kereta yang Bergerak

Kereta bergerak, seperti bait-bait puisi yang bergerak sepanjang rel kematian
Tak ada yang tertahan ketika peluitnya memanggil
Tak ada perhentian, hanya perjalanan panjang tanpa akhir
Tak ada ketegangan, hanya kelegaan tiada tepi
Tak ada pertemuan, hanya perpisahan yang tidak dimengerti
Tak ada perjumpaan, hanya lambaian tangan dan air mata
Seperti menuju alam baka

Palmerah, 27 Januari 2005


Chairil Anwar, picture: uknown

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home