Friday, March 09, 2007

Pagi dan Segelas Kopi

Pagi
Menatap hari dengan segelas kopi
Mendung terseduh bersama
Syair berjatuhan pelan
Di kelopak-kelopak imajinasi
Bergegas kutuliskan puisi
Meski dibayangi sepi tanpa tepi

Palmerah, 9 Maret 2007

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Pagi dan segelas kopi, teman sepi yang tak bertepi. Diam dalam gumam, tanya yang tak berjawab..akankah bayang menjelma wujud? nyata, ada bersama...dalam pagi berteman kopi.

12:15 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home