Pagi dan Segelas Kopi
Pagi
Menatap hari dengan segelas kopi
Mendung terseduh bersama
Syair berjatuhan pelan
Di kelopak-kelopak imajinasi
Bergegas kutuliskan puisi
Meski dibayangi sepi tanpa tepi
Palmerah, 9 Maret 2007
Menatap hari dengan segelas kopi
Mendung terseduh bersama
Syair berjatuhan pelan
Di kelopak-kelopak imajinasi
Bergegas kutuliskan puisi
Meski dibayangi sepi tanpa tepi
Palmerah, 9 Maret 2007

1 Comments:
Pagi dan segelas kopi, teman sepi yang tak bertepi. Diam dalam gumam, tanya yang tak berjawab..akankah bayang menjelma wujud? nyata, ada bersama...dalam pagi berteman kopi.
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home