Siang Ini Kukuburkan Sebuah Puisi
Mengenang "S"
Siang ini kukuburkan sebuah puisi
Yang lama kutempelkan di kaca jendela
Membiarkan ia menghirup pagi
Disirami matahari
Dan berguru pada malam
Sebuah puisi yang kutempelkan di kaca jendela
Menatapku yang teronggok di balik selimut
Sambil mendengar suara-suara kecil dari balik kamar
Mengusik sepiku sambil sesekali mengeja namamu
Sebuah puisi yang kutempelkan di kaca jendela
Tak pernah kukirimkan kepadamu
Hingga kertasnya menguning
tintanya memudar, sisa lelehan embun atau percik hujan
Sebuah puisi yang kutempelkan di kaca jendela
Nyaris tak terbaca lagi
Huruf-hurufnya sudah lama berpendar
Mengering terayun-ayun angin
Seperti disiangi oleh sepi yang penjang
Siang ini kukuburkan sebuah puisi
Sebuah puisi yang kutempelkan di kaca jendela
Jakarta, Mei 2008
Siang ini kukuburkan sebuah puisi
Yang lama kutempelkan di kaca jendela
Membiarkan ia menghirup pagi
Disirami matahari
Dan berguru pada malam
Sebuah puisi yang kutempelkan di kaca jendela
Menatapku yang teronggok di balik selimut
Sambil mendengar suara-suara kecil dari balik kamar
Mengusik sepiku sambil sesekali mengeja namamu
Sebuah puisi yang kutempelkan di kaca jendela
Tak pernah kukirimkan kepadamu
Hingga kertasnya menguning
tintanya memudar, sisa lelehan embun atau percik hujan
Sebuah puisi yang kutempelkan di kaca jendela
Nyaris tak terbaca lagi
Huruf-hurufnya sudah lama berpendar
Mengering terayun-ayun angin
Seperti disiangi oleh sepi yang penjang
Siang ini kukuburkan sebuah puisi
Sebuah puisi yang kutempelkan di kaca jendela
Jakarta, Mei 2008

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home