Santika Premiere, Yogyakarta

Usai hujan petang itu
Kupilih kata dari tanah basah
Dan pendar lembab udara
Lalu kubakar dengan ilusi
Dalam catatan gelisah tanpa sebab
Perempuan yang berdiri
Mengingatkanku pada masa lalu
Entah dimana
Mungkin di sebuah ujung tanpa alamat jelas
Usai hujan petang itu
Sambil mengunyah kenangan
Kubaca suasana
Dirimu tak juga beranjak dari panggung imaji
Ya, meski sekejap
Kau tinggalkan jejak
Yang tidak terhapus begitu saja
Meski hujan menggerusnya semalaman
Malam itu kuketuk jendela kamar
Berharap pantulan dirimu hadir di situ.
Yogyakarta, 30 Mei 2009
Kupilih kata dari tanah basah
Dan pendar lembab udara
Lalu kubakar dengan ilusi
Dalam catatan gelisah tanpa sebab
Perempuan yang berdiri
Mengingatkanku pada masa lalu
Entah dimana
Mungkin di sebuah ujung tanpa alamat jelas
Usai hujan petang itu
Sambil mengunyah kenangan
Kubaca suasana
Dirimu tak juga beranjak dari panggung imaji
Ya, meski sekejap
Kau tinggalkan jejak
Yang tidak terhapus begitu saja
Meski hujan menggerusnya semalaman
Malam itu kuketuk jendela kamar
Berharap pantulan dirimu hadir di situ.
Yogyakarta, 30 Mei 2009

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home