Di Lounge Sebuah Bandara
Di lounge sebuah bandara
Percakapan bisu meliuk
Lewat tatapan-tatapan kosong
Menatap tanpa ujung
Lewat kaca-kaca gelap tak bersahabat
Mungkinkan kami terdiam
Karena berta harian pagi
Tentang bom
atau model iklan cantik
Yang terpanggang di suatu malam
Atau juga karena
Ilusi paling erotis
Tentang seorang gadis Jepang
Yang rotinya hangus di pemanggang
Di lounge sebuah bandara
Di sebuah siang tanpa nama
Percakapan kosong dan bualan busuk
Di meja-meja penuh asap rokok
Menjadi lebih menggairahkan
Seperti melihatketelanjangan perempuan Asia
Di sebuah majalah porno terbitan Eropa
Bicara yang tak jelas
Hanya sebuah etalase yang terpecah
Di lounge sebuah bandara
Kesepian menggulung-gulung
Memutar-mutar kenangan
Dari pengeras suara terdengar jelas
suara menggoda seorang perempuan
sebuah panggilan berulang kali terdengar
“Kekosongan dipersilahkan masuk
melalu pintu keabsurdan!”
Kulihat boarding pass
itu panggilan untukku
Cengkareng, 30 Juli 2009
Percakapan bisu meliuk
Lewat tatapan-tatapan kosong
Menatap tanpa ujung
Lewat kaca-kaca gelap tak bersahabat
Mungkinkan kami terdiam
Karena berta harian pagi
Tentang bom
atau model iklan cantik
Yang terpanggang di suatu malam
Atau juga karena
Ilusi paling erotis
Tentang seorang gadis Jepang
Yang rotinya hangus di pemanggang
Di lounge sebuah bandara
Di sebuah siang tanpa nama
Percakapan kosong dan bualan busuk
Di meja-meja penuh asap rokok
Menjadi lebih menggairahkan
Seperti melihatketelanjangan perempuan Asia
Di sebuah majalah porno terbitan Eropa
Bicara yang tak jelas
Hanya sebuah etalase yang terpecah
Di lounge sebuah bandara
Kesepian menggulung-gulung
Memutar-mutar kenangan
Dari pengeras suara terdengar jelas
suara menggoda seorang perempuan
sebuah panggilan berulang kali terdengar
“Kekosongan dipersilahkan masuk
melalu pintu keabsurdan!”
Kulihat boarding pass
itu panggilan untukku
Cengkareng, 30 Juli 2009

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home