Friday, March 24, 2006

Senjata dan Sekaleng Coca-cola yang Dibeli di Rumah Bordil

Senjata di pekarangan kami telah meledak semalam
Membakar koran-koran dan radio
Pemadam kebakaran tak bisa berbuat apa-apa
Hanya bisa menyaksikan sebuah talk show dari sebuah kotak sabun

Senjata di pekarangan kami telah membunuh banyak orang
Jalan-jalan jadi sepi, tapi pasar tetap saja ramai
Orang menjual daging, peluru, kapal dan buku resep masakan
Sambil bermain kartu di televisi

Senjata di pekarangan kami bukan lagi harapan kami
Tetapi menjadi harapan ribuan rumah di negeri-negeri jauh
Kami menjadi botol-botol infus yang disedot
Oleh bayi-bayi plastik yang baru lahir sambil mngisap marijuana

Senjata di pekarangan kami
kini telah ditukar dengan sekaleng Coca-cola
Yang dibeli di rumah-rumah bordil,
seharga ketakutan dan kengerian

Kb Jrk, 24 Maret 2006

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home