Monday, May 08, 2006

Inikah Medan, Bung?

Mesjid Raya Al Mansun pada Malam Hari

Mesjid Al Mansun pada siang hari


Malam tanggal 5 April 2005 begitu mendarat di bandara Polonia, Medan, saya segera menelepon seorang sepupu. Dengan senang hati, malam itu juga, ia mengantarkan saya ke beberapa sudut kota Medan.

Untuk keperluan pembuatan tulisan, malam itu juga saya mengunjungi Mesjid Raya Al Mansun yang mulai digunakan pada tahun 1909. S ayang, malam itu mesjid sudah ditutup dan saya hanya bisa "berkeliaran" di pelataran mesjid. Menurut salah satu pedagang yang biasa mangkal di sekitar mesjid, mesjid memang tutup sekitar pukul 7 malam. Jadi, baru keesokan harinya saya bisa masuk ke dalam mesjid dan melihat arsitektur di dalamnya.

Penjual buku
Ketika saya melakukan pemotretan di dalam mesjid, ada seseorang yang ramah yang mengajak saya berkelilin. Bahkan ia seperti rela mau menunjukkan tempat-tempat dimana saya bisa melakukan pemotretan. Terus terang saya curiga juga dengan kebaikannya. Saya yakin, "ada sesuatu" di akhir pemotretan nanti. Benar saja, di akhir acara ia menawarkan saya sebuah buku yang berisi sejarah kota Medan. Ah untung saja ia menawarkan sebuah buku. Jika ia menawarkan benda lain pasti saya tidak akan membelinya.

Akhirnya, setelah melewati tawar-menawar, buku itu berpindah ke dalam tas saya. Buku itu tipis saja, covernya terkesan dirancang sangat asal-asalan, dan kualitas cetakannya rendah. Ah inilah Medan!


Catatatn:
Mesjid RAya ini memang butuh renovasi dan perhatian pemerintah atau pihak swasta setempat!

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

I say briefly: Best! Useful information. Good job guys.
»

1:45 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home