Monday, March 27, 2006

Pembacaan Cerita Menjelang Mimpi Buruk

Gelisah yang menawan kami, telah menjadi pakaian obral yang digantung di etalase toko yang akan tutup minggu depan
Meski kami tak sanggup membayar tetapi toh dipaksa juga, ditambah bonus ketakutan tentunya
Lemari es tak lagi bisa kami beli, sebab sudah dibawa dari negeri kami menuju hutan-hutan gelap tanpa identitas, dan kami tak bisa lagi menaruh tombak serta panah di dalamnya
Ah, kami mendengar akan ada kapal-kapal besar yang akan berlayar menembus badai, tetapi hingga kini tidak datang juga, kabarnya telah tersangkut penyanyi blues dan ahli-ahli perang dari utara.
Buku-buku yang dibaca tak lagi mengeluarkan bau harum, tetapi mengeluarkan mobil-mobil Jepang, anggur Selandia Baru, serta kangguru yang telah membunuh suku Aborijin. “Kemana kereta ini akan membawa kita?”

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home