Friday, February 18, 2005


Anjing Ramah Penemu Sahabat

Judul: Karena Winn-Dixie
Penulis: Kate DiCamillo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Desember 2004
Tebal: 174 Halaman

India Opal Buloni baru saja pindah ke Naomi di Florida bersama ayahnya. Di sana ia bertemu dengan seekor anjing yang kotor dan bau. Namun, karena anjing itu tampak menyenangkan, Opal memutuskan untuk memeliharanya. Anjing itu dinamainya Winn-Dixie.
Meskipun Winn-Dixie adalah seekor anjing yang takut pada suara petir, namun ia ramah dan bersahabati. Ia juga lucu dan pandai menarik perhatian orang. Tidak heran jika banyak orang yang bersahabat dengannya.
Sifat Wininie-Dixie inilah mengantarkan Opal bertemu dengan teman-teman baru di Naomi. Mereka ialah Miss Franny Block si penjaga perpustakaan, Sweetie Pie Thomas yang akan berulang tahun, Gloria Dump yang disangka sebagai penyihir, serta Otis si penjaga toko hewan.
Persahabatan Winn-Dixie dan Opal dengan teman-teman barunya itu berlangsung dengan hangat. Tapi sayang, teman-teman barunya itu belum saling mengenal. Malah mereka sering berprasangka buruk satu sama lain.
Itu sebabnya Opal dan Winn-Dixie merencanakan sebuah pesta kecil di rumah Gloria Dump. Ia mengundang teman-teman barunya ke pesta itu, termasuk dua anak laki-laki botak Dunlap dan Stevie yang sempat dibenci Opal.
Di pesta itulah teman-teman baru Opal mulai saling mengenal. Kecurigaan di antara mereka pun mulai hilang. Mereka benar-benar menikmati pesta kecil itu
Namun sayang, ketika pesta berlangsung Winn-Dixie menghilang. Opal mencarinya kemana-mana. Namun Winn-Dixie tidak juga ditemukan. Tentu saja Opal merasa sangat sedih. Kemanakah Winn-Dixie pergi? Kalian akan mendapatkan jawabannya dengan membaca buku ini
Buku ini sangat menarik. Selain kisah persahabatan, kita pun bisa mengikuti tingkah Winn-Dixie yang lucu dan cekatan. Kalian pasti tidak akan pernah melupakan kisah ini (N Pandrianto)


Posted by Hello

Wednesday, February 16, 2005

Heaven Can Wait

By Meat Loaf


foto: Maxlyrics.com


Heaven can wait,
And a band of Angels wrapped up in my heart,
Will take me through the lonely night,
Through the cold of the day.
And I know, I know,
Heaven can wait,
And all the gods come down here just to sing for me,
And the melody's gonna make me fly,
Without pain, without fear.


Give me all of your dreams,
And let me go alone on your way.
Give me all of your prayers to sing,
And I'll turn the night into the skylight of day.
I got a taste of paradise,
I'm never gonna let it slip away.
I got a taste of paradise,
It's all I really need to make me stay
Just like a child again.


Heaven can wait.
And all I've got is time until the end of time.
I won't look back.
I won't look back.
Let the altars shine.


And I know that I've been released,
But I don't know to where,
And nobody's gonna tell me now,
And I don't really care. No, no, no.
I got a taste of paradise.
That's all I really need to make me stay.
I got a taste of paradise.
If I had it any sooner you know
You know I never would have run away from my home.


Heaven can wait.
And all I've got is time until the end of time.
I won't look back.
I won't look back.
Let the altars shine.


Heaven can wait.
Heaven can wait.
I won't look back.
I won't look back.
Let the altars shine.
Let the altars shine.

Posted by Hello

Tuesday, February 15, 2005

Luka 2


Siapakah yang menang atas luka?
kecuali keheningan yang panjang
tanpa ujung
seperti penantian yang sia-sia
Itulah kematian yang menyakitkan
Kosong
Terdiam
Hilang
Lepas

Jadi,
Masihkah kau terdiam
melihat kengerian itu menginjak-injak harga dirimu?
Katakan tidak!


Palmerah, 15 Ferbruari 2005
Posted by Hello

Luka 1

foto: unknown
Aku terluka
pedih
sakit
tak terperi
Akhirnya
mati

Monday, February 07, 2005

Bohong Itu Luka, Jendral!!


Bohong itu luka
Kenapa kau harus katakan kebohongan
jika kebenaran itu memerdekakan

Kenapa kau harus katakan kebohongan
jika kebenaran lebih mulia

Kenapa harus kau katakan kebohongan
jika kebenaran itu agung

Kenapa harus kau katakan kebohongan
jika kebenaran menimbulkan cinta

Kenapa harus kau katakan kebohongan
jika kebenaran itu melembutkan
Ingat
bohong itu luka Jendral!!! Posted by Hello



Tuesday, February 01, 2005

Epilog Hari


Hidup adalah menunda kekalahan
Siapa yang kemudian akan menang?
Kita atau keadaan?
Siapa yang bertaruh atas peperangan ini?
Siapa yang mendalangi sandiwara ini?

Dan kita pun tahu, siapa yang berhak kita gugat

Palmerah, 1 Februari 2005

Malam di Pelupuk Mata

Malam masih menggantung di pelupuk
Subuh masih menyekat pandangan
Seakan melayang
Mengapung
Secangkir kopi tak juga menolong
Lebih baik kubunuh saja

foto: unknwon