Friday, July 27, 2007
Thursday, July 26, 2007
Bila Sebutir Peluru Dilesatkan
Bila sebutir peluru dilesatkan
Ia tak lagi tertahankan
Hanya luka yang dapat menghentikan
Hanya kematian yang dapat menahan
Seperti siang yang lalu
Sebutir peluru dilesatkan
Mungkin ada nyawa melayang
Dan seorang ibu tersedu-sedu
26 Juli 2007
Ia tak lagi tertahankan
Hanya luka yang dapat menghentikan
Hanya kematian yang dapat menahan
Seperti siang yang lalu
Sebutir peluru dilesatkan
Mungkin ada nyawa melayang
Dan seorang ibu tersedu-sedu
26 Juli 2007
Malam Tanpa Sekat
ygyMalam tanpa sekat
Lekat matamu kutatap
Saling menawarkan imajinasi
Dihela rindu yang memburu
Lekat matamu kutatap
Saling menawarkan imajinasi
Dihela rindu yang memburu
Sauh telah diangkat
Pelayaran dimulai
Kita bergulung bersama ombak
Pelayaran dimulai
Kita bergulung bersama ombak
Di antara buih dan debur
Kadang meninggi, sesekali menukik
Kadang meriak, kadang menghempas
Terus terbawa gelombang
Di atas pusaran, lalu terlempar lagi ke permukaan
Ah, pelukan tererat disampaikan
Lewat kehausan jiwa
Dan akhirnya terhempas di pantai
Ombak melemah, perlahan, seperti lelah
Kadang meninggi, sesekali menukik
Kadang meriak, kadang menghempas
Terus terbawa gelombang
Di atas pusaran, lalu terlempar lagi ke permukaan
Ah, pelukan tererat disampaikan
Lewat kehausan jiwa
Dan akhirnya terhempas di pantai
Ombak melemah, perlahan, seperti lelah
Camar memekik di kejauhan
Lagi-lagi lekat matamu kutatap
26 Juli 2007
Lagi-lagi lekat matamu kutatap
26 Juli 2007
Monday, July 16, 2007
Friday, July 13, 2007
sore yang menggigil
sore yang menggigil
bertanya-tanya kepada angin
tanpa jawab pasti
bertanya-tanya kepada awan
serba menduga-duga
lelah
rebahkan jiwa
di bukit doa
rebahkan diri
di palung hati
Kb jeruk, 13 Juni - Juli 2007
bertanya-tanya kepada angin
tanpa jawab pasti
bertanya-tanya kepada awan
serba menduga-duga
lelah
rebahkan jiwa
di bukit doa
rebahkan diri
di palung hati
Kb jeruk, 13 Juni - Juli 2007
Thursday, July 05, 2007
Monday, July 02, 2007
Catatan Subuh

Seribu kecewa telah kukirimkan
Langsung ke muka kamarmu
Kutinggalkan begitu saja
Tanpa ketukan di jendela, tanpa sapaan memanggil
Seribu kecewa telah kubacakan
Keras-keras di telingamu
Hingga kau menjerit tak tahan
Dan air mata bejatuhan di ujung pagi
Seribu kecewa telah kusampirkan di balik pintumu
Seperti tikaman-tikaman tanpa henti
Di punggung dan hatimu
Tinggal luka, memar dan nyeri
Maafkan,
Barangkali aku tak berarti lagi bagimu
2 Juli 2007
Langsung ke muka kamarmu
Kutinggalkan begitu saja
Tanpa ketukan di jendela, tanpa sapaan memanggil
Seribu kecewa telah kubacakan
Keras-keras di telingamu
Hingga kau menjerit tak tahan
Dan air mata bejatuhan di ujung pagi
Seribu kecewa telah kusampirkan di balik pintumu
Seperti tikaman-tikaman tanpa henti
Di punggung dan hatimu
Tinggal luka, memar dan nyeri
Maafkan,
Barangkali aku tak berarti lagi bagimu
2 Juli 2007





