Monday, February 19, 2007

Sistem


Song: Mukti Mukti
Lyric: --


Mesti bagaimanakah
Katakan aku mesti bagaimana
Pada batas sepi kunanti kau
Selalu kunanti tak kapok kuberharap
Bayangmulah sekiranya terlukis di pintu
Tak putus kecewaku

Tegaskan sekali ini
bakal kau lumat aku dalam siksa perpisahan
Nyatakan agar tertepati luka yang kita tahu pasti ada
Ucapkanlah ucapkan
walau setengah mati ingin aku tutup telinga
dengan batu
mimpiku pun aku tak berani
karena aku angin
dan kau nyanyian burung yang terdengar lapat-lapat
katakan saja, katakan saja

aku tahu aku yang mesti pergi
aku tahu aku yang mesti pergi
aku tahu aku yang mesti pergi

dari rasa dan peristiwa yang menjerat kita

Tegaskan sekali ini
bakal kau lumat aku dalam siksa perpisahan
Nyatakan agar tertepati luka yang kita tahu pasti ada
Ucapkanlah ucapkan
walau setengah mati ingin aku tutup telinga
dengan batu
mimpiku pun aku tak berani
karena aku angin dan kau nyanyian burung yang terdengar lapat-lapat
katakan saja, katakan saja

aku tahu aku yang mesti pergi
aku tahu aku yang mesti pergi
aku tahu aku yang mesti pergi



Friday, February 09, 2007

Kepergian

Kenangan yang terhampar pun meleleh
lintasi bukit-bukit duka bernama kehilangan
kemudian diserap tanah merah
dan lenyap

seperti gambar anak-anak di pasir pantai
sesaat disapu ombak
kemudian hilang
tinggal buih-buih berkejaran kembali ke laut
sambil senandungkan salam terakhir

Kb Jeruk, 08 02 2007

Monday, February 05, 2007

Guguran Air Matamu

Kepada "S"




Guguran air matamu
lembabkan malamku
menjadi duka yang lelah
seperti melayari lautan yang jauh
Guguran air matamu
tandai lukamu
ketika cintaku tak kunjung melemah
ketika diriku makin enggan menjauh

Jangan kau pergi
pintaku sekali lagi
untuk kesekian kali

5 Februari 2007