Monday, February 27, 2006

Pornografi dan Pornoaksi 2006

“Jangan lihat goyang Inul, itu bisa menguras syahwat, bisa mengguncang iman,” teriak seorang moralis setelah membaca Penthouse.

“Jangan lihat lutut dan paha perempuan, itu bisa membakar nafsu, lebih baik tutup mata,” ungkap seorang budayawan sambil diam-diam meraba dada anak tirinya.

“Jangan lihat majalah Playboy, itu cikal bakal maksiat, lebih baik membaca kitab suci,” kata aktivis agama sambil main mata dengan seorang ibu rumah tangga.

“Jangan datang ke pelacuran, itu dilarang agama, lebih baik datang ke tempat ibadah,” seru seorang agamawan, padahal ia menyimpan artis cantik di rumahnya.

“Jangan mengintip perempuan mandi, itu laknat, lebih baik rajin berdoa,” tukas Pak RT sambil onani di balik kamar mandi umum.

“Jangan nonton film biru, itu bakal bikin bejat, lebih baik baca ayat-ayat suci,” pekik kyai namun diam-diam menyimpan istri muda di apartemennya.

“Jangan masturbasi, itu perbuatan iblis, lebih baik datang ke persekutuan doa,” saran pendeta sambil melihat film biru lalu melakukan onani.

Stop..stop..eh...eh...stop!!

Jangan katakan apa-apa lagi, sebab aku masih mau liat goyang Inul, membaca majalah Playboy, onani sambil nonton film biru, mengintip gadis-gadis mandi dan rajin datang ke tempat pelacuran...

Bersama kalian…


Kebon Jeruk, 27 Februari 2006

Wednesday, February 22, 2006

Menteri Korupsi

Bangsat amit-amit pelacur setan alas genderuwo anjing liar tikus tanah sinting edan kurang ajar tai kucing setan gundul tak punya otak kentir gelo henceut babi anak sundal bedebah biadab bagong lieur puki pantat sial tai anjing

m a r a h !

Semalam Lewat Kata-kata

Semalam, lewat kata-kata
Kubiarkan ia melumat bibirku
Menggerus hasratku
Menjadi tetes keringat yang melekat

Lewat kata-kata
Kubiarkan ia menghujamiku dengan hasratnya
Hasrat penyatuan
Ia pun lelah setelah terbang mencabik kelelakianku

Semalam lewat kata-kata
kaubiarkan aku merengkuh geloramu
hingga kau mengukir keprasahan di langit malam
sambil menyebut namaku


jakarta, 22 Februari 2006

Thursday, February 16, 2006

Belajar Membaca





Seorang pelacur mulai belajar membaca
Mengeja huruf-huruf di depan seorang guru perempuan
Mulai membaca be cak, ba bi, bo bo, ta li, ta i

Keesokan harinya ia kembali belajar membaca
Kali ini ia mengeja kon dom, ra ja, si nga, sun tik, ti ga, ka li, se ha ri
Akhirnya ia tertawa senang karena sudah lancar membaca

Keesokan harinya ia minta ijin pulang kampung
Sang germo bingung, karena si cantik pergi
Sang guru senang, si pelacur mau bertobat
Pendeta gembira, si pelacur kembali ke jalan yang benar

Di kampung para prang tua senang
Sebab si anak hilang telah kembali
Kekasih pun terharu, cintanya kini bisa berkembang

Dua minggu kemudian
Si pelacur memasang papan nama di rumahnya

DI SINI DIBUKA PI JAT SE HAT KHU SUS PRI A

Hasil belajar membaca dengan sang guru

16 Februari 2006

Wednesday, February 08, 2006

Madonna and Child

By Remy Sylado


ASI
ASI
ASI
ASI
---ASI
------ASI
--------ASI
----------ASI
-------------ASI
---------------ASI
-------------------ASI
---------------------- ASI
-------------------------ASI
---------------------------ASI
-----------------------------ASI
-------------------------------ASI
-------------------------------ASI
-----------------------------ASI------------ISA
-----------------------------ASI
----------------------------ASI
-------------------------ASI
------------------------ASI
--------------------ASI
------------------ASI
--------------ASI
-----------ASI
-------ASI
-----ASI
ASI
ASI
ASI
ASI

Monday, February 06, 2006

HARI PERS NASIONAL 2006


Saya Mengucapakan Selamat Memperingati

HARI PERS NASIONAL
9 Februari 2006
Terima kasih yang setulusnya kepada:
Perintis Pers Nasional
Wartawan Indonesia
Dosen Jurnalistik
Pemerhati Pers Nasional
Simpatisan Pers Nasional
Loper Koran
Pelanggan Koran
Kebon Jeruk, 6 Februari 2006

Friday, February 03, 2006

Catatan Sebuah Generasi

Kami generasi yang gentar
karena hidup di bawah memo keterasingan
dan ketakutan telah menjadi karib kamu selama berabad-abad

Kami generasi yang gentar
karena tak kenal lagi seperasaan
tapi membabi-buta menganggap diri paling benar
padahal mengeja kebenaran pun belum lagi benar

Kami generasi yang gentar
meski ketelanjangan dihabisi
toh kami masih diam-diam mengintip pelacur
sambil diam-diam bermain dengan kelamin sendiri

Kebon Jeruk, 3 Februari 2006

Sejarah Yang Bertaring


Sejarah yang bertaring
Melukai anak-anak kami
Senjata menjadi burung kematian
Yang mengintai di atap-atap rumah
Hingga kengerian selalu menggetarkan hari-hari kami

Kami menjadi setan kudis
Yang harus dihabisi
Membuat sungai menjadi amis
Dan kepala orang tua kami
Menyumbat aliran pematang sawah
Sebelum menjadi makan malam anjing-anjing kampung

Sejarah yang bertaring
Meninggalkan darah dan lengking
Dan sisa luka masih belum juga mengering

Kebon Jeruk, 3 Februari 2006 Posted by Picasa