Thursday, October 01, 2009

Jika Tinggal Kenangan

Kasih hilang
Biarkan saja
Sebab semua berubah
Seperti garis pantai yang tergerus ombak

Jika cinta tinggal kenangan
Nikmati saja

Padang, 1 juli 2009

Pantai Padang di Kejauhan

Pantai di kejauhan
Saat lamunan mengalir ke muara
Dan bendera-bendera digerakkan angin
Perahu-perahu kosong berlabuh
Sendirian kutuliskan sajak
Sepanjang jalan ini

Padang, 2 Agustus 2009

Padang-Bukttinggi



Kami berkelok
Antara tebing dan jurang
Juga hamparan nyiur permai
Yang menggetarkan dan mengharukan

Bentangan rel sunyi menyapa
Ketika menuruni jalan
Ketika menapaki tanjakan
Semuanya jadi kenangan
Seperti pada buku-buku
Dan kisah-kisah lama

Padang, 1 Juli 2009

Di Lounge Sebuah Bandara

Di lounge sebuah bandara
Percakapan bisu meliuk
Lewat tatapan-tatapan kosong
Menatap tanpa ujung
Lewat kaca-kaca gelap tak bersahabat
Mungkinkan kami terdiam
Karena berta harian pagi
Tentang bom
atau model iklan cantik
Yang terpanggang di suatu malam
Atau juga karena
Ilusi paling erotis
Tentang seorang gadis Jepang
Yang rotinya hangus di pemanggang

Di lounge sebuah bandara
Di sebuah siang tanpa nama
Percakapan kosong dan bualan busuk
Di meja-meja penuh asap rokok
Menjadi lebih menggairahkan
Seperti melihatketelanjangan perempuan Asia
Di sebuah majalah porno terbitan Eropa
Bicara yang tak jelas
Hanya sebuah etalase yang terpecah

Di lounge sebuah bandara
Kesepian menggulung-gulung
Memutar-mutar kenangan
Dari pengeras suara terdengar jelas
suara menggoda seorang perempuan
sebuah panggilan berulang kali terdengar
“Kekosongan dipersilahkan masuk
melalu pintu keabsurdan!”
Kulihat boarding pass
itu panggilan untukku

Cengkareng, 30 Juli 2009

Hari yang Patah

Waktu mengetuk-ngetuk jendela
Meminta bergerak
Seperti memang tak mau menunggu
Hari-hari yang patah
Remuk perlahan pengap oleh keadaan
Mematikan jiwa yang kian lusuh
Kedekatan pun kian renta
Kekosongan menyambar
Hari-hari panjang yang harus diakhiri

Ygy, 9 Agustus 2009

Perempuan di Pojok Sebuah Lounge

Ia duduk di sudut
Mengisap sigaret perlahan
Sambil memicingkan matanya
Menghindari pedih asap
Sesekali menatap landasan
Yang akan membawanya pergi
Mungkin ke sebuah negeri
Atau kota-kota entah dimana
Sebuah kota yang akan melingkupinya
Dengan parfum dan gemerlap cahaya
Mungkin tidak ada lagi perjumpaan
Hanya kenangan yang tak akan berulang

Adisutjipto, 9 Agustus 2009

Senja di Kota yang Jauh

Senja turun di balik burung-burung besi
Siluet pohon dan rumah tampak di kejauhan
Pendar lampu mulai menyala
Menatap dari balik rerumputan
Sesekali terhalang roda-roda yang menghentak turun
Ah, entah dimana saya

Seperti tengah memandang kota-kota yang jauh dari perhentian
Perjalanan terasa sangat berat
Ada yang hilang
Seperti senja-senja sebelumnya

Adisutjipto, 9 Agustus 2009