Friday, March 23, 2007

Di Antara Cahaya

di antara cahaya kami berpelukan
waktu seperti hilang sesaat
begitu pula dengan keriuhan kota
kami pun menyelinap ke balik malam
suara-suara pun lenyap seketika

Maret 2007

Aku Merindukan Sebuah Beranda Rumah

Aku merindukan sebuah beranda rumah
Dimana bisa terdengar
Gemerisik angin di sela dedaunan

Aku merindukan sebuah beranda rumah
Dimana bisa terhirup udara pagi
Yang menjangkau palung jiwa

Aku merindukan sebuah beranda rumah
Dimana bisa kutatap senja
Sembari menikmati secangkir teh
Dan menunggu seorang perempuan
yang baru saja usai mandi

16 Maret 2007

Friday, March 09, 2007

Pagi dan Segelas Kopi

Pagi
Menatap hari dengan segelas kopi
Mendung terseduh bersama
Syair berjatuhan pelan
Di kelopak-kelopak imajinasi
Bergegas kutuliskan puisi
Meski dibayangi sepi tanpa tepi

Palmerah, 9 Maret 2007

Thursday, March 08, 2007

Sepanjang Dago

teringat "s"

Kepingan cerita
Tertinggal sepanjang Dago
Semoga gerimis tak memupusnya
Hingga yang tersisa hanya kenangan,
tentangmu

Maret 2007

Di Kota Kembang

Menyusuri kembali trotoar Kota Kembang
Angin dingin berkesiur meningkahi langkah
Sesekali mencuri tatapan pada mata indah
Mencari tempat aman persembunyian
: Jangan tatap mataku seperti itu, katamu

(Ah, jika saja ia tahu
betapa mata itu yang ingin kutatap
setiap kali bertemu dengannya)

Melewati kembali sudut-sudut Kota Kembang
Langit merah turun menerpa kaca-kaca jendela
Menghirup harum yang meruap dari rambutmu
Jadi kenangan yang tak lindap begitu saja
: Ah, tak mau kehilanganmu, gumamku pelan sekali

Maret 2007

Tuesday, March 06, 2007

Sisa Hujan Pagi Hari

Pagi itu sisa hujan menyimpan rindunya pada daun-daun pakis
Menggayut penuh hasrat, seakan enggan terlepas
Pagi itu kugenggam erat sisa mimpi tentang kau
Seakan tak ada lagi hari esok

Februari 2007