Monday, January 31, 2005

Pagi

Pagi, kantuk masih bersemayam
Jemari pun melumpuh dalam menciptakan kata... Posted by Hello

Friday, January 28, 2005

Senja Datang

Senja datang, tapi kami tak segera beranjak pulang
sebab masih berpikir apa yang hari ini akan hilang...
usia, harga diri, cinta atau bahkan hidup

Senja datang, tapi kami tak bergegas pulang
sebab harus masih menunggu kapan cinta akan terulang Posted by Hello

Thursday, January 27, 2005

Kereta yang Bergerak

Kereta bergerak, seperti bait-bait puisi yang bergerak sepanjang rel kematian
Tak ada yang tertahan ketika peluitnya memanggil
Tak ada perhentian, hanya perjalanan panjang tanpa akhir
Tak ada ketegangan, hanya kelegaan tiada tepi
Tak ada pertemuan, hanya perpisahan yang tidak dimengerti
Tak ada perjumpaan, hanya lambaian tangan dan air mata
Seperti menuju alam baka

Palmerah, 27 Januari 2005


Chairil Anwar, picture: uknown

Sendiri

Gak kepikir kan? Ada orang yang mencoba bersusah payah untuk memotret dirinya dengan berbagai cara? Crazy world!!! Posted by Hello
Foto: taken by hiself

Cewek-cewek Nomor Satu!!!

Ini adalah cewek-cewek super cantik, manis dan seksi. Merekalah yang setiap hari berada di sekitar saya di kantor di kawasan Palmerah Selatan.
Lihat senyumnya, penuh optimisme!!

Foto: Budi Setiawan

Just a Handsome Big Guy!!!

There is a handsome big guy! It's me! Hua..hua....
Look at his stomach! I bet, there is something inside!!

Kami memang suka tertawa, sebab itulah yang bisa kami lakukan ketika menghadapi kegilaan hidup ini Posted by Hello
Foto: BUDI SETIAWAN

Anak-anak Iklan in Eksyen!!

Ini adalah eksyen dari kawan-kawan saya di Bagian Iklan Majalah setelah merampungkan Raker pada pertengahan Januari 2005 lalu.
Ya, mereka juga orang-orang yang telah memberikan pengayaan batin kepada saya.
Tebak, saya berdiri berada dimana?
Posted by Hello
foto: BUDI SETIAWAN

Wednesday, January 26, 2005

Catatan Semalam

Semalam tak ada puisi
Semalam hanya terpekur merenungi Hindia Belanda di masa lalu
hingga fajar mengetuk jendela

Semalam hanya ini yang kudapat
tanpa catatan

Monday, January 24, 2005

Jakarta dan Duka

Jakarta menjadi sebuah pertanyaan
yang perlahan memisau jiwa
Jakarta menjadi sebuah kengerian
yang perlahan mengusik kepala

Siapakah yang sanggup menggugat
Siapakah yang berhak menuntut
atas keadaan yang kini bergantungan di atas tali jemuran seorang bandit

Terus terang,
Aku lebih menikmati jemuran pakaian dalam seorang pelacur
yang semalam baru saja menyeduh cinta bersamaku
Aku lebih menyukai harum sabun di atasnya
yang seakan telah menyeka habis sisa dosa yang kami reguk dengan penuh semangat

Ya,
Jakarta selalu membawa luka, duka
dan mungkin sedikit dosa......

Palmerah, 24 Januari 2005

Monday, January 17, 2005

Catatan Sore

Sore kembali datang, seperti mengulang cerita yang mengembara sejak lama. Kembali kucatatkan peristiwa-peristiwa kecil yang tercecer sepanjang hari ini. Ya, peristiwa-peristiwa yang gagap, yang seakan sulit untuk menamai dirinya sendiri. Seakan tak ada perkenalan, perjumpaan atau bahkan persetubuhan di antara keduanya.

Benar, peristiwa dan dirinya seakan dua hal yang terpisahkan, saling memandang terheran, mencengkram keterasingan.

Sore ini kucatatkan kehilangan dan keterasingan yang selalu bergerak di sekitar kita

Palmerah, 17 Januari 2004

Sebelum Makan Malam

Maaf bila aku ganggu makan malammu
sebab aku harus antar segera
kata-kata yang selalu ragu
sebelum kau berbelok di jalan itu

30051999

Siang Ini

Matahari malu-malu.
Kubelitkan pertanyaan di sudut-sudut sisa hujan semalam
Jakarta yang basah seakan bersiap meninggalkan kenangan
tentang dirinya di masa lalu
serta bergegas menuju kabut

Matahari masih saja malu-malu
Kutatap yang mungkin masih tersisa
di antara belantara Jakarta
meski hanya sebuah jejak yang memudar

Palmerah, 17 Januari 2005