Thursday, August 31, 2006

Catatan Tengah Malam 1

Pesanmu malam itu:

Dan waktu seolah berhenti
Kita dalam tatap
tak ingin beranjak meski sejenak
Membiarkan dentuman jantung tak berirama
Malam yang kian tinggi jadi saksi
Aku baca berkali-kali

Kebon Jeruk 31 Agustus 2006

Nourma Yunita

oleh Rachmat Djoko Pradopo

Nourma Yunita kekasihku
Country Road Telah mempertemukan kita
meski kita tak perlu naik kuda
ke masa lalu yang telah tiada

Nourma Yunita, ah, Nourma Yunita
suaramu bening menembus hati
kerjip matamu, wahai
nyanyikan bintang-bintang bercahaya permata

tapi kita akan berjumpa kapan
kita terpisah oleh jarak
tempat, waktu, usia, dan pikiran
tapi, nyanyimu, ah, nyanyianmu
mengantar aku ke yojana-yojana yang jauh

tapi, tidak
kita pasti bertemu
kalau tak di alam nyata
kita bertemu di alam kenang
sebelum napas kita berhenti
sebab sehabis napas kita tuntas
tak ada apa-apa lagi
bahkan, nyawa kita pun
akan turut musnah bersama raga
sebab telah built in dengannya
kalau kita mati
hanya tinggal kubur yang sunyi
setelah para pelayat tinggalkan pergi

9 November 2003

Wednesday, August 09, 2006

Sayang Kita Tak Pernah Bertemu (atawa Kepergian)

:IF

Sayang kita tak pernah bertemu
hingga kau kabarkan tentang kepergianmu
Ada yang menusuk kecil di hati, entah apa namanya
yang pasti bukan cinta

Sayang kita tak pernah bertemu
meski kita pernah berbagi tentang sejumlah rahasia
yang kau tuturkan di malam-malam yang paling pribadi

Sayang kita tak pernah bertemu
meski sekali dua seloroh cabul kau lontarkan
menggetarkan kebekuan yang mendinding di antara kita

Sayang kita tak pernah bertemu
meski berbagai cerita kau layangkan
termasuk kisah-kisah cintamu yang juga paling rahasia

Selamat jalan kawan.
Raih cita-citamu di sana!

Kebon Jeruk, 9 Agustus 2006